1/11/2017

LDR story Part I + engagement


memiliki hubungan dengan seseorang selama 8 tahun tentu itu bukan waktu yang sebentar dan bukan hal yang mudah dijalani. kenapa? karna kami menjalaninya dengan hubungan jarak jauh atau LDR sejak hari pertama berkenalan. saya di Kota Tangerang Selatan, dia di Kota Semarang. keadaan itu diperparah ketika dia harus bertolak ke Jepang untuk bekerja selama 3 tahun.

satu tahun pertama gak kerasa akhirnya terlewati, ternyata saya masih 'sanggup' LDR dengan durasi gak ketemu terlama sepanjang hubungan kami. 1 tahun hanya bermodalkan internet untuk komunikasi lewat Facetime. masuk tahun kedua, saya mulai mempertanyakan apa sebenernya yang saya inginkan dalam hidup ini? saya memasuiki fase galaunya wanita usia 25-an sebelum waktunya ketika karir, percintaan, dll masih terlihat samar.

saya mulai merasa LDR menguras hati dan pikiran saya selama ini. tanpa kejelasan, saat itu gak terasa waktu berjalan dan sudah 7 tahun saya menjalani hubungan LDR Tangsel - Semarang lalu TangSel - Sendai, Jepang. betul-betul tidak mudah untuk kami berdua. tapi dengan niat baik karna Allah SWT saya sempat ingin mengakhiri 'pacaran' LDR 7 tahun yang entah kemana tujuan akhirnya. saya tau saya pasti sedih tapi saya yakin itu keputusan terbaik. saya pasrah kepada Allah SWT, jika jodoh pasti bertemu. mungkin dia, mungkin orang lain.

dan janji Allah SWT betul, jika kita meniatkan sesuatu karena Allah SWT makan Allah SWT akan membantu dan memberikan semua jawaban yang sudah kita nantikan. diam-diam dia menelpon orang tua saya dan meminta ijin untuk melamar. singkat cerita lamaran pun akhirnya berlangsung pada bulan Mei tahun 2016 dengan lancar walau tanpa kehadiran sang calon mempelai pria.



disela-sela syukuran yang masih berlangsung, dia menelpon saya melalui Facetime untuk secara tidak langsung berbaur dengan keluarga dan saya disini. betul-betul diluar ekspektasi saya selama ini. saya pikir tahun 2016 akan saya lalui dengan status single tapi Allah berkehendak lain. saya diberikan yang insyaAllah menjadi kebarokahan untuk saya. alhamdulillah.

sedikit video rangkuman acara dari awal sampai akhir. terimakasih Abang yang selalu siap siaga dengan kameranya untuk merekam kejadian penting adikmu ini. I'm a happy and proud sister! 

  video by Lancaster Siregar

"Those who leave everything in God's hand will eventually see God's hand in everything"
masih akan berlanjut ke cerita berikutnya. 😊

Love, Cikita


2 comments:

  1. OMG!!! Alhamdulillah. Selamat, kak Cikita! Udah lama ya ternyata lamarannya hihih aku baru tahu. Selamat selamat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Fatia miluv, thanks yaa alhamdulillah! :)
      kemarin sempet pikir-pikir share atau enggak ya. eh, tapi share aja deh buat nyemangatin pasangan LDR lainnya hihi :D

      Delete