2/14/2017

LDR story Part III + akad nikah





"now look where we are. You're in my heart now. And there's no escaping it for you."
Built To Last by Melee

hari itu jadi hari yang sangat penting bagi saya, suami dan keluarga besar kami. suami saya adalah anak lelaki tertua dikeluarga, sedangkan saya anak perempuan bungsu. semua terlihat dan terasa begitu spesial. upacara akad nikah yang dilangsungkan dalam adat Jawa ini sangat baru bagi saya karena keluarga besar saya berdarah Sumatera baik dari pihak ayah maupun ibu. namun, keluarga besan saya juga bukan orang yang terlalu kaku dengan adat istiadat. upacara akad nikah ini sebenarnya perpaduan antara adat Jawa dan muslim modern.


alhamdulillah ijab qabul berjalan dengan lancar tanpa pengulangan. ayah sayapun juga terlihat kalem saat menjabat tangan sang menantu hehe tapi malah saya yang tegang dan hampir menitikan air mata pas liat wajah ayah saya. inget kalau ini saatnya saya si anak bungsu yang manja harus belajar mandiri, mengurus suami dan rumah tangga. gak kerasa air mata juga ngalir pas nulis blog ini sambil bertanya-tanya apakah saya sudah cukup membahagiakan orang tua saya? sudahkah saya mengurus kedua orang tua saya dengan baik? jika suatu saat nanti saya punya anak-anak yang harus saya berikan perhatian penuh, bisakah saya membagi perhatian saya pada orang tua saya? ya Allah semoga saya bisa membahagiakan orang tua saya seperti mereka membahagiakan saya di waktu kecil. amin


suamiku, anak lelaki yang baik. literally baik. dia orang yang sederhana, jujur, pemaaf, dermawan, punya niat dan usaha yang kuat, dan masih banyak hal baik yang saya liat dari dirinya walau tentu banyak juga jeleknya karena dia bukan manusia sempurna, sama seperti saya. 😛

lelaki mana yang ngapel kerumah pacar bawa coklat pasti dua bungkus. yang satu buat saya, yang satunya lagi buat abang saya. ada sedikit cerita, dulu dia pernah bawa coklat satu bungkus untuk saya, karna merasa coklat ini spesial dari dia jadi gak mau langsung saya makan. saya taro dulu di kulkas buat dimakan kapan-kapan. baru ditinggal semalem tiba-tiba coklat udah abis entah kemana ga ada jejaknya ga ada sisanya sampe saya nangis-nangis nanya ke semua orang rumah dan pada saling tuduh. walau masih kesel tapi yasudah saya lupain aja. ternyata kejadian itu bikin suami saya merasa kasian sama saya dan sejak saat itu dia selalu bawa dua coklat. just in case ada orang rumah yang mau juga biar punya saya jangan diganggu. sweet! masih seputar coklat, tiap Valentine dia suka kasih saya coklat bentuk heart didalam gift box yang dikirim lewat kurir JNE. pas sampe rumah itu udah meleh dan gak beraturan lagi bentuk heart nya tapi saya sama sekali gak kecewa malah seneng banget dapet surprised gift pas siang-siang pulang sekolah.

itu cuma sebagian kecil cerita manisnya suamiku dari awal kenal tahun 2008 sampai menikah tahun 2016. saat pertama kali berkenalan saya masih berusia 16 tahun dan suami saya masih 19 tahun. kami hanya anak ABG yang jatuh cinta dan belajar untuk tumbuh dewasa bersama. ternyata menghadapi perubahan karakter seseorang bukan hal yang mudah begitupun ketika dia harus menghadapi kelabilan saya. alhamdulillah, walau saya sering merasa putus asa dan memilih untuk menyerah, Allah memberikan saya pasangan yang selalu bersabar yang akhirnya mengajarkan saya untuk selalu melakukan hal yang sama.


alhamdulillah, akhirnya kami berdua resmi menjadi suami istri. sebuah status yang insyaAllah tidak akan berubah sampai ajal menjemput kami berdua. semoga Allah melimpahkan kami kebahagiaan dan rezeki yang barokah serta anak cucu yang beriman kepada Allah dan Rasul-nya. amin

untuk teman-teman yang masih bertanya-tanya "dimana jodohku?" tidak ada yang bisa menjawab selain memintanya kepada Allah. "good things will come to those who wait (and work for it)". sayapun melewati jalan yang panjang, harus melewati masa-masa single selama hampir 3 tahun. lalu, saya mengenal suami saya tapi itu bukan akhir dari kesendirian saya karna saya masih harus menuggu selama 8 tahun untuk akhirnya sampai ke titik ini. total penantian selama 11 tahun terasa manis ketika kita ikhlas dan percaya dengan qadar Allah.

Allah maha mendengar dan Allah maha mengetahui dari segala isi hati hambanya dan yang terbaik untuknya.

Love, Cikita


No comments:

Post a Comment